“Kita harus melakukan perbaikan, karena selama ini juga tidak, sebelumnya sudah tidak digunakan jet sehingga harus dilakukan perbaikan, mungkin ada patching atau overlay yang diperlukan. Selanjutnya perbaikan kesisteman di dalam bandara,” jelas Lukman.
Dengan dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara, masyarakat Bandung dan sekitarnya akan memiliki lebih banyak pilihan akses transportasi udara selain melalui Bandara Internasional Kertajati.
Bandara yang terletak di kawasan strategis Kota Bandung ini dinilai memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas karena lokasinya yang dekat dengan pusat kota.
Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, mendukung sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Nantinya, Bandara Husein Sastranegara direncanakan dapat melayani penerbangan domestik maupun internasional menggunakan pesawat jet dan propeller sesuai ketentuan yang berlaku.
Kembalinya operasional penerbangan komersial di Bandara Husein juga mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha dan sektor pariwisata yang berharap konektivitas udara menuju Bandung semakin meningkat.
Pemerintah bersama pengelola bandara memastikan seluruh tahapan persiapan akan terus dipantau hingga hari operasional perdana pada 17 September 2026 guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang. (/*)

Komentar