Senin, 27 Juli 2026

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tetap

Dini Hutami Jumat, 12 Juni 2026 | 09:26 WIB
Ukuran Teks
Bahlil
Lihat Galeri Foto (1)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto : Ist)

Jakarta – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) resmi naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026). Selain itu, harga Pertamax Green (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Menanggapi kenaikan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa harga BBM nonsubsidi disesuaikan dengan kondisi pasar dan perkembangan harga energi global.

“Harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan harga pasar yang ada. Tentu perhitungannya dilakukan secara bijak oleh pelaku usaha baik Pertamina maupun badan usaha yang lain,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Menurut pemerintah, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga minyak mentah dunia yang dipicu ketidakpastian geopolitik internasional serta perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Faktor-faktor tersebut berdampak langsung pada biaya pengadaan BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Meski demikian, Bahlil memastikan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah yang menjadi penerima manfaat subsidi energi.

IKLAN
Sponsored Alternative

“Untuk subsidi nggak ada (kenaikan),” tegas Bahlil.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terkait pemberian insentif atau bantuan untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi. Berbagai opsi masih dalam tahap kajian oleh pemerintah.

“Kita belum ada keputusan sama sekali. Masih melakukan kajian. Kita exercise semua alternatif, yang penting adalah kita menjaga saudara kita yang ekonomi ke bawah, ini yang subsidi. Yang nonsubsidi kan saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik ketimbang yang harus disubsidi,” ujarnya.

Saat ini harga Pertalite tetap berada di kisaran Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi dipatok Rp6.800 per liter. Sementara itu, sejumlah BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex masih dipertahankan pada harga sebelumnya.

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang mencapai lebih dari 30 persen ini diperkirakan akan meningkatkan beban pengeluaran masyarakat pengguna BBM nonsubsidi, khususnya pemilik kendaraan pribadi. Meski demikian, pemerintah menilai dampak terhadap inflasi nasional masih dapat dikendalikan karena mayoritas sektor transportasi umum dan distribusi logistik masih menggunakan BBM bersubsidi.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga energi global dan kondisi perekonomian nasional sebelum mengambil kebijakan lanjutan terkait sektor energi dan perlindungan daya beli masyarakat.(Dn)

Geser Kanan
atau usap layar
Geser Kiri
Dini Hutami
Penulis Dini Hutami
Redaksi
Editor Redaksi
Sumber #

Tips Navigasi

Usap layar ke kiri atau kanan untuk membaca artikel lain.