Jakarta – Quiet luxury sedang jadi pembahasan hangat di media sosial. Tren lifestyle ini identik dengan gaya hidup elegan tanpa perlu tampil terlalu mencolok. Anak muda sekarang mulai meninggalkan gaya flexing berlebihan dan lebih memilih penampilan simpel namun tetap classy.
- • Apa Itu Quiet Luxury?
- • Kenapa Quiet Luxury Disukai Anak Muda?
- • Anti Ribet dan Lebih Praktis
- • Terlihat Dewasa dan Elegan
- • Mengurangi Budaya Flexing
- • Quiet Luxury Tidak Harus Mahal
- • Quiet Luxury dalam Kehidupan Sehari-hari
- • Cafe Estetik dan Suasana Tenang
- • Fokus pada Self Improvement
- • Liburan yang Lebih Meaningful
- • Pengaruh Media Sosial terhadap Quiet Luxury
Konsep quiet luxury sebenarnya bukan soal memakai barang super mahal, melainkan bagaimana seseorang tampil rapi, minimalis, dan punya kualitas hidup yang lebih tenang.
Di TikTok dan Instagram, tren ini makin viral karena dianggap lebih realistis dan dewasa dibanding gaya hidup penuh branding besar yang dulu sempat booming.
Apa Itu Quiet Luxury?
Secara sederhana, quiet luxury adalah gaya hidup yang fokus pada kualitas dibanding pamer kemewahan. Fashion yang digunakan biasanya memiliki warna netral seperti hitam, putih, beige, abu-abu, dan navy.
Ciri khas tren ini meliputi, outfit minimalis, desain clean dan elegan, tidak banyak logo brand, fokus pada kualitas bahan, gaya hidup lebih tenang. Banyak anak muda mulai merasa bahwa tampil sederhana justru terlihat lebih mahal dan berkelas.
Kenapa Quiet Luxury Disukai Anak Muda?
Anti Ribet dan Lebih Praktis
Gaya minimalis membuat seseorang tidak perlu bingung mix and match outfit setiap hari. Wardrobe jadi lebih simple namun tetap stylish.
Terlihat Dewasa dan Elegan
Banyak orang menganggap konsep quiet luxury memberi kesan matang, profesional, dan sophisticated.
Mengurangi Budaya Flexing
Anak muda sekarang mulai sadar bahwa validasi sosial tidak selalu harus lewat barang mewah atau logo besar.
Quiet Luxury Tidak Harus Mahal
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang quiet luxury adalah anggapan bahwa semua outfit harus mahal. Padahal inti dari tren ini adalah kualitas dan kesederhanaan.
Banyak brand lokal kini menghadirkan produk dengan desain minimalis dan bahan premium dengan harga lebih terjangkau seperti kemeja linen polos, celana loose fit warna netral, sneakers putih clean, tas kulit sederhana , yang penting adalah tampilan tetap rapi dan timeless.
Quiet Luxury dalam Kehidupan Sehari-hari
Cafe Estetik dan Suasana Tenang
Tren lifestyle ini juga terlihat dari pilihan tempat nongkrong. Banyak anak muda sekarang lebih suka cafe dengan interior minimalis dan suasana tenang dibanding tempat terlalu ramai.
Fokus pada Self Improvement
Orang yang mengikuti gaya hidup quiet luxury biasanya lebih fokus pada pengembangan diri seperti membaca buku, olahraga rutin, dan menjaga kesehatan mental.
Liburan yang Lebih Meaningful
Daripada liburan penuh konten pamer, banyak anak muda kini memilih staycation santai atau healing trip yang lebih nyaman dan privat.
Pengaruh Media Sosial terhadap Quiet Luxury
Media sosial punya peran besar dalam mempopulerkan tren ini. Banyak influencer mulai meninggalkan konten flexing dan lebih fokus pada aesthetic sederhana.
Konten seperti:
- morning routine
- clean outfit
- journaling
- coffee shop hopping
- skincare minimalis
menjadi bagian dari identitas quiet luxury yang sedang viral.
Tren quiet luxury menunjukkan perubahan cara pandang anak muda terhadap gaya hidup modern. Kini tampil sederhana justru dianggap lebih menarik dibanding terlalu berlebihan.
Lifestyle ini juga mengajarkan bahwa kualitas hidup bukan tentang seberapa mahal barang yang dimiliki, tapi bagaimana seseorang merasa nyaman, tenang, dan percaya diri dengan dirinya sendiri.(*/LC)
