Depok – Kebakaran Gedung Golf Depok menghanguskan sebuah gedung sarana olahraga golf di kawasan Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok, Sabtu (1/8/2026) dini hari. Dalam insiden tersebut, 14 unit mobil golf atau buggy ikut terbakar. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk menguasai kobaran api.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Damkar Kota Depok, Tessy Haryati, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 00.30 WIB. Tim dari UPT Cinere tiba di lokasi delapan menit kemudian dan langsung mendapati api telah melalap gedung tiga lantai.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Tessy.
Api saat itu sudah membesar dan membakar bangunan seluas kurang lebih 300 meter persegi. Untuk mempercepat penanganan, Damkar mengerahkan tujuh unit mobil pompa dan ranger, serta menyiagakan satu ambulans di lokasi kejadian.
Petugas kemudian membagi tugas untuk melokalisasi kobaran api agar tidak menjalar ke area sekitar. Saat proses pemadaman berlangsung, ditemukan 14 unit mobil golf yang ikut hangus terbakar di dalam gedung.
“Kami menemukan ada 14 mobil golf yang terbakar,” kata Tessy.
Setelah berjibaku selama kurang lebih empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Tim Damkar kemudian melanjutkan proses pendinginan sekaligus memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa sehingga kebakaran tidak kembali muncul.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, api diduga berasal dari korsleting listrik. Kobaran pertama kali terlihat dari salah satu ruangan di dalam gedung sebelum kemudian menyebar ke bagian lain bangunan.
Akibat peristiwa tersebut, nilai kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta. Nilai itu berasal dari 14 unit mobil golf atau buggy yang hangus dilalap api.
Sementara itu, data rekapitulasi Damkar Kota Depok hingga Juni 2026 mencatat telah terjadi 100 kasus kebakaran di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 71 kejadian dipicu gangguan arus listrik, menjadikannya penyebab paling dominan.
Selain itu, terdapat 15 kasus akibat kebocoran tabung gas atau kompor dan 12 kejadian yang dipicu kelalaian manusia. Sisanya disebabkan faktor lain dengan jumlah yang relatif kecil.
Damkar Kota Depok juga mencatat peningkatan kecepatan respons penanganan kebakaran. Pada periode Januari hingga Maret 2026, rata-rata waktu tanggap mencapai 10,57 menit. Memasuki April hingga Juni, angka tersebut membaik menjadi 8,26 menit.
Tessy mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan instalasi listrik.
“Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas. Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap upaya pencegahan karena kebakaran bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa,” tutupnya.
