BANDUNG – Peristiwa jalan amblas di Dago Atas kembali menjadi perhatian masyarakat setelah kerusakan pada badan jalan menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan panjang di salah satu kawasan wisata favorit Kota Bandung. Kondisi tersebut terjadi di jalur yang menghubungkan kawasan Dago dengan Dago Pakar, sehingga berdampak pada aktivitas warga maupun wisatawan yang melintas.
Berdasarkan informasi dari warga sekitar, kerusakan jalan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan menunjukkan tanda-tanda pelebaran. Sebagian badan jalan mengalami penurunan sehingga kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan demi alasan keselamatan. Akibatnya, antrean kendaraan terjadi terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Sejumlah pengendara mengaku perjalanan mereka menjadi jauh lebih lama dibandingkan biasanya. Jalur yang kerap digunakan sebagai akses menuju kawasan wisata dan permukiman di Bandung Utara itu kini mengalami kepadatan karena kendaraan harus bergantian melewati area yang terdampak.
Rudi (35) salah seorang warga sekitar mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Kami khawatir amblasnya bertambah besar karena setiap hari banyak kendaraan yang lewat, termasuk kendaraan berukuran besar,” ujar Rudi yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.
Diduga Dipicu Pergerakan Tanah dan Beban Kendaraan
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab utama jalan amblas di Dago Atas Bandung tersebut. Namun, sejumlah warga menduga kerusakan dipicu oleh kombinasi faktor kondisi tanah, aliran air bawah permukaan, serta beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Kawasan Dago sendiri dikenal memiliki kontur perbukitan yang cukup curam. Saat curah hujan tinggi, wilayah ini berpotensi mengalami pergerakan tanah yang dapat memengaruhi stabilitas badan jalan. Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap pemerintah segera melakukan kajian teknis untuk mencegah kerusakan semakin parah.
Selain mengganggu lalu lintas, kerusakan jalan juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan. Pengendara roda dua menjadi kelompok yang paling rentan karena harus melewati jalur yang menyempit akibat amblasnya sebagian badan jalan.
Kemacetan Dago Berdampak pada Aktivitas Warga dan Wisatawan
Kemacetan akibat jalan amblas di Dago Atas tidak hanya dirasakan oleh warga setempat. Banyak wisatawan yang hendak menuju kawasan Dago Pakar dan destinasi wisata di Bandung Utara juga terdampak. Beberapa pengendara bahkan memilih menggunakan jalur alternatif untuk menghindari antrean kendaraan yang mengular.
Pelaku usaha di sekitar kawasan Dago mengaku kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pengunjung. Meski belum menyebabkan penurunan drastis, mereka berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas ekonomi kembali normal.
Sementara itu, petugas di lapangan telah melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran arus kendaraan. Pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati saat melintas serta mematuhi arahan petugas.
Perbaikan Diharapkan Segera Dilakukan
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen terhadap jalan amblas di Dago Atas Bandung. Langkah cepat dinilai penting mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga dan wisatawan.
Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dalam jangka waktu yang lebih lama.
Selain itu, perbaikan yang tepat juga diperlukan untuk memastikan keamanan pengguna jalan serta mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.(*/YG)
