“Waktu gempa terjadi, guncangannya terasa sangat kuat dan durasinya lama sekali. Lemari pakaian di kamar sampai bergetar hebat. Kami sekeluarga langsung lari keluar rumah karena takut atap ambruk,” ujar Paul, seorang warga Kabupaten Minahasa yang dihubungi pada Senin malam.
Hal senada juga diungkapkan oleh Piet, warga yang berdomisili di wilayah Kepulauan Talaud. Wilayahnya yang berada lebih dekat dengan episenter merasakan ayunan gempa yang konstan.
“Di Talaud terasa sangat kuat, sekitar satu menit penuh tanah terasa berayun. Begitu ada kabar potensi tsunami, warga di dekat pantai langsung berhamburan naik motor ke arah perbukitan. Malam ini sebagian besar sudah kembali ke rumah, tapi tas darurat berisi dokumen penting masih kami taruh di dekat pintu jaga-jaga kalau ada gempa susulan lagi,” tutur Piet.
Pemerintah daerah mengimbau agar para pengelola media online dan masyarakat tidak menyebarkan video hoaks terkait kerusakan masa lalu demi menjaga situasi psikologis warga Sulawesi Utara agar tetap kondusif malam ini.**









Komentar