Rabu, 5 Agustus 2026
Mendeteksi lokasi & cuaca sekitar...

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen, Pramono Optimistis Hadapi Tekanan Global

Rita Wahyuni Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:46 WIB
Ukuran Teks
Lihat Galeri Foto (1)

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Jakarta kembali menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan terbaru tahun 2026, ekonomi ibu kota tercatat tumbuh 5,52 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,29 persen. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut capaian tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi di Jakarta tetap terjaga meski dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Pernyataan itu disampaikan Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/8/2026), menyusul dirilisnya data pertumbuhan ekonomi terbaru. Menurutnya, angka tersebut menjadi modal penting bagi Jakarta untuk mempertahankan perannya sebagai pusat bisnis, perdagangan, jasa, dan investasi di Indonesia.

“Baru saja dirilis pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Jakarta tumbuh 5,52 persen. Tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen,” kata Pramono kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian Jakarta masih mampu menjaga momentum di tengah tantangan global. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik, perang di sejumlah kawasan, gangguan rantai pasok, hingga ketidakpastian pasar keuangan internasional. Kondisi tersebut turut memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Meski demikian, Jakarta dinilai masih memiliki daya tahan yang cukup kuat. Aktivitas konsumsi masyarakat tetap berjalan, sektor jasa terus berkembang, investasi masih tumbuh, sementara kegiatan perdagangan dan konstruksi tetap memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

IKLAN
Iklan SPH ADS Network

Selain pertumbuhan yang berada di atas rata-rata nasional, Jakarta juga mempertahankan posisinya sebagai penyumbang terbesar terhadap perekonomian Indonesia. Pramono menjelaskan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta mencapai Rp1.050,02 triliun, atau memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar Rp6.552 triliun.

Besarnya kontribusi tersebut mencerminkan peran strategis Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional. Berbagai sektor unggulan seperti perdagangan besar dan eceran, jasa keuangan, informasi dan komunikasi, transportasi, industri pengolahan, hingga akomodasi dan makanan-minuman menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi ibu kota.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur, digitalisasi layanan publik, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pascapemulihan ekonomi juga ikut menopang pertumbuhan. Jakarta masih menjadi tujuan utama investasi, baik dari pelaku usaha dalam negeri maupun investor asing, karena didukung infrastruktur yang relatif lengkap serta ekosistem bisnis yang terus berkembang.

Menurut Pramono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Jakarta tetap kuat meski lingkungan global belum sepenuhnya pulih.

“Ini menunjukkan bahwa Jakarta terjaga pertumbuhan ekonomi ketika tekanan geopolitik sedang terjadi, hal itu terlihat dari berbagai perang di dunia dan juga kondisi stabilitas ekonomi dunia yang tidak sedang baik-baik saja,” ungkapnya.

Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus berupaya menjaga stabilitas daerah agar iklim usaha tetap kondusif. Keamanan, kenyamanan, dan kepastian bagi dunia usaha dinilai menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus memperkuat pelayanan publik, mempercepat proses perizinan, serta mendorong transformasi digital di berbagai sektor. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional sekaligus kota bisnis berkelas global.

Penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dipandang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan. UMKM memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja dan menjaga perputaran ekonomi di tingkat masyarakat. Ketika konsumsi rumah tangga tetap tumbuh, aktivitas pelaku usaha lokal ikut terdorong sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Di tengah situasi global yang masih penuh tantangan, Pramono optimistis tren positif tersebut dapat terus dipertahankan. Ia berharap pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat ibu kota, tetapi juga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Mudah-mudahan pertumbuhan nasional dan juga pertumbuhan Jakarta ini bisa menjaga momentum dalam keadaan dunia yang sedang seperti ini. Karena pertumbuhan nasional bisa 5,29 itu juga cukup baik,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah berharap stabilitas ekonomi, peningkatan investasi, penguatan sektor jasa, serta konsumsi masyarakat yang tetap terjaga mampu menjadi fondasi untuk mempertahankan laju pertumbuhan. Dengan kontribusi yang mencapai lebih dari seribu triliun rupiah terhadap perekonomian nasional, Jakarta diproyeksikan tetap menjadi lokomotif ekonomi Indonesia sekaligus memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global.(rt)

Geser Kanan
atau usap layar
Geser Kiri
Rita Wahyuni
Penulis Rita Wahyuni
Publisher
Editor Publisher
Sumber #