Maumere – Erupsi Gunung Lewotobi Pagi Ini telah menciptakan situasi darurat di wilayah Nusa Tenggara Timur, memaksa otoritas penerbangan mengambil langkah drastis demi keselamatan publik. Aktivitas vulkanik yang meningkat secara drastis sejak subuh tadi menyebabkan sebaran abu vulkanik menutupi ruang udara di sekitar Kabupaten Sikka dan wilayah sekitarnya. Akibat kondisi tersebut, operasional Bandara Frans Seda di Maumere terpaksa dihentikan total untuk waktu yang belum ditentukan.
Keputusan penghentian operasional ini berdampak langsung pada jadwal penerbangan domestik. Tercatat, sebanyak 4 penerbangan komersial yang sedianya lepas landas maupun mendarat di bandara tersebut terpaksa dibatalkan. Hal ini menyebabkan antrean panjang penumpang yang harus segera mencari solusi transportasi alternatif atau menunggu kebijakan kompensasi dari pihak maskapai.
Penjelasan Resmi Otoritas Bandara Terkait Erupsi Gunung Lewotobi Pagi Ini
Menanggapi situasi yang berkembang, pihak pengelola bandara segera melakukan koordinasi dengan AirNav Indonesia untuk melakukan pengecekan paper test di area landasan pacu. Abu vulkanik yang tersebar diketahui mengandung partikel kaca halus yang sangat berbahaya jika tersedot ke dalam mesin pesawat (jet engine).
Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Cecep Kurniawan, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Berdasarkan laporan observasi visual dan data distribusi abu vulkanik dari BMKG, sebaran material vulkanik akibat Erupsi Gunung Lewotobi Pagi Ini sudah masuk ke ruang udara vital jalur penerbangan kita. Kami terpaksa menutup bandara karena konsentrasi abu yang cukup tebal dapat merusak turbin pesawat dan mengganggu jarak pandang pilot secara signifikan. Keputusan ini kami ambil demi keselamatan seluruh penumpang dan kru pesawat,” ujar Cecep Kurniawan saat memberikan keterangan pers di Maumere, Selasa (16/6/2026).
Cecep menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau pergerakan arah angin dan intensitas erupsi setiap satu jam sekali untuk menentukan apakah operasional bandara bisa dibuka kembali pada esok hari.
Dampak Teknis dan Operasional yang Ditimbulkan
Kejadian Erupsi Gunung Lewotobi Pagi Ini memberikan dampak instan pada sektor transportasi udara yang merupakan urat nadi mobilitas warga Flores. Selain pembatalan 4 penerbangan, penutupan ini juga memicu penumpukan calon penumpang di terminal bandara.
Pihak maskapai kini tengah bekerja ekstra keras untuk melayani proses pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang (reschedule) bagi penumpang yang terdampak. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan, maskapai diwajibkan memberikan kompensasi kepada penumpang akibat pembatalan yang disebabkan oleh force majeure berupa bencana alam.




Komentar