Senin Pagi (8/6) di Kota Bandung, udara sejuk yang biasanya menenangkan tidak terasa bagi ratusan orang tua murid. Tanggal di kalender menunjukkan hari terakhir PPDB Bandung (Penerimaan Peserta Didik Baru). Secangkir kopi di meja sudah dingin, tergantikan oleh keringat dingin yang mengucur saat menatap layar laptop dan ponsel.
Bukan karena nilai anak yang kurang memadai, melainkan karena sebuah mimpi buruk digital: server PPDB Bandung down.
Detik-Detik Menegangkan di Hari Terakhir PPDB Bandung
Sejak pukul enam pagi, Rina (42), salah satu orang tua murid di kawasan Buahbatu, sudah duduk manis di depan komputernya. Ia berniat mengunggah berkas persyaratan jalur zonasi yang sempat tertunda. Namun, apa yang ia harapkan menjadi proses yang cepat, berubah menjadi ujian kesabaran yang luar biasa.
“Tinggal satu klik submit, tapi layar malah berputar terus,” keluhnya sambil terus menekan tombol refresh (F5).










Komentar