Kamis, 6 Agustus 2026
Mendeteksi lokasi & cuaca sekitar...

DKI Jakarta Gelar Modifikasi Cuaca Dua Kali Sepekan Hadapi El Nino

Rita Wahyuni Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:37 WIB
Ukuran Teks
Lihat Galeri Foto (1)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggelar operasi modifikasi cuaca sebanyak satu hingga dua kali setiap pekan sebagai langkah menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun 2023. Kebijakan ini disiapkan untuk mengurangi risiko kekeringan, kebakaran, serta menjaga ketersediaan air bersih di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Pramono, berdasarkan hasil pemantauan, puncak El Nino diperkirakan terjadi hingga akhir September atau awal Oktober 2026, sehingga musim kemarau berpotensi berlangsung lebih lama.

“Dari data yang ada, puncak El Nino itu akan panjang, mungkin salah satu yang terpanjang dibandingkan dengan tahun 2023 pada waktu itu. Puncaknya kurang lebih nanti akhir September atau pertengahan Oktober minggu pertama, kedua Oktober baru akan ada hujan,” kata Pramono kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Modifikasi Cuaca Disiapkan Rutin

Meski peluang terbentuknya awan saat ini masih relatif kecil, Pemprov DKI Jakarta tetap menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

IKLAN
Iklan SPH ADS Network

Pramono menyebut keberhasilan pelaksanaan modifikasi cuaca sebelumnya menjadi modal optimistis pemerintah dalam menghadapi musim kemarau.

“Tetapi saya sudah memerintahkan dan kita sudah mempersiapkan. Kalau tadi malam itu termasuk rezeki anak sholeh itu, enggak ada awan tapi bisa dimodifikasi lah,” ujar Pramono.

Ia menegaskan telah memberikan persetujuan agar operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan secara berkala.

“Jadi intinya tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca,” kata dia.

Fokus Antisipasi Kebakaran dan Krisis Air Bersih

Selain operasi modifikasi cuaca, Pemprov DKI Jakarta menetapkan dua prioritas utama selama musim kemarau, yaitu mencegah kebakaran serta memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi masyarakat.

Pramono mengatakan seluruh pemerintah kota di Jakarta akan mengintensifkan kampanye kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui program Jaga Jakarta.

“Yang pertama adalah antisipasi terhadap kebakaran. Maka Pemerintah DKI Jakarta, Wali Kota akan campaign tentang Jaga Jakarta dalam dua hal; satu kebakaran, yang satu adalah penyediaan air bersih pasti mengalami hambatan,” ujar Pramono.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, setiap Rukun Warga (RW) diminta menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR). Menurut Pramono, kondisi cuaca yang semakin kering dapat meningkatkan potensi kebakaran sekaligus memicu bertambahnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan salah satu keputusan yang dihasilkan dalam rapat bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal musim hujan tiba.

(rt)

Geser Kanan
atau usap layar
Geser Kiri
Rita Wahyuni
Penulis Rita Wahyuni
Publisher
Editor Publisher
Sumber #