Respons Pemerintah dan Bank Indonesia
Meskipun rupiah tertekan hebat, pemerintah meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk tetap tenang. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan masih dalam kondisi yang kuat dan stabil.
“Kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita tetap kuat, yang tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi kita saat ini,” tegas Prasetyo di Jakarta.
Senada dengan pemerintah, otoritas Bank Indonesia (BI) menyatakan telah menyiapkan berbagai instrumen bauran kebijakan untuk menahan kejatuhan rupiah lebih dalam. Sebelumnya, BI juga telah mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen guna menstabilkan volatilitas pasar.
Analis memproyeksikan pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan masih akan berfluktuasi tajam di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS, sangat bergantung pada perkembangan ketegangan geopolitik global dan efektivitas intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing.







Komentar