Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan sejarah baru. Pada penutupan perdagangan pekan ini, mata uang garuda melemah ke level Rp 18.049 per dolar AS, turun 82 poin atau 0,46 persen dari perdagangan sebelumnya. Angka ini menjadi level terlemah sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Pelemahan ini memicu perhatian dari berbagai mata uang regional dan media internasional. Tekanan ganda dari eskalasi geopolitik global serta sentimen domestik dituding menjadi faktor utama ambruknya nilai tukar rupiah melewati level psikologis baru.
Kronologi dan Pemicu Utama
Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa memanasnya situasi militer di Timur Tengah menjadi motor utama penguatan dolar AS sebagai aset aman (safe haven).
“Investor saat ini cenderung bermain aman dan menghindari aset berisiko setelah adanya saling balas serangan militer di Timur Tengah. Konflik eksternal ini membuat indeks dolar AS terus kokoh di zona hijau,” ujar Ibrahim dalam risetnya.







Komentar