Selain faktor global, terdapat beberapa sentimen dari dalam negeri yang turut memberikan tekanan bagi mata uang rupiah:
Risiko Defisit Fiskal: Lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik global dikhawatirkan akan membengkakkan beban subsidi BBM dan mendorong defisit fiskal Indonesia mendekati batas aman 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Penyusutan Surplus Perdagangan: Data menunjukkan surplus perdagangan mengalami penurunan akibat melonjaknya biaya impor minyak dan gas, yang mengikis cadangan devisa negara.
Kenaikan Inflasi: Angka inflasi naik menjadi 3,08 persen yang didorong oleh tingginya harga barang-barang impor (imported inflation).







Komentar