Jeritan Sektor Riil: Biaya Produksi Tak Lagi Masuk Akal
Dampak dari kejatuhan Rupiah ini langsung menghantam jantung sektor riil, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor.
Sari Dewi, pemilik UMKM konveksi dan tekstil di Bandung, mengaku pasrah dengan lonjakan biaya modal yang terjadi dalam hitungan minggu.
”Waktu Rupiah masih di angka Rp16.000-an saja nafas kami sudah tersengal-sengal. Sekarang, begitu menyentuh Rp18.095, ini sudah tidak masuk akal lagi. Harga benang dan kain impor naik gila-gilaan. Kami berada di posisi dilematis: kalau harga produk dinaikkan, barang tidak laku karena daya beli masyarakat juga sedang jatuh. Kalau tidak dinaikkan, kami gulung tikar,” ungkap Sari dengan nada getir.
Analisis Dampak Buruk Ambruknya Rupiah ke Level Rp18.095
Pelemahan Rupiah yang sangat drastis ini membawa dampak berantai (domino effect) yang sangat merugikan bagi perekonomian nasional:








Komentar