Satu hal lagi yang sering kita lupakan: mereka adalah peniru yang ulung. Kalau kita ingin mereka menjadi pribadi yang mau mendengarkan dan menurunkan ego, kita pun harus mencontohkannya terlebih dahulu. Meminta maaf kepada anak saat kita salah bukan berarti menurunkan wibawa, justru itu menunjukkan kematangan emosi yang akan mereka hormati.
Menaklukkan keras kepalanya Gen Z memang butuh stok kesabaran berlapis. Ini bukan tentang siapa yang menang atau siapa yang kalah dalam argumen, tapi tentang bagaimana membangun jembatan komunikasi yang kokoh di atas perbedaan generasi. Pada akhirnya, di balik sikap keras kepala itu, mereka sebenarnya hanya ingin dimengerti dengan cara yang benar.




Komentar