“Untuk subsidi nggak ada (kenaikan),” tegas Bahlil.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terkait pemberian insentif atau bantuan untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi. Berbagai opsi masih dalam tahap kajian oleh pemerintah.
“Kita belum ada keputusan sama sekali. Masih melakukan kajian. Kita exercise semua alternatif, yang penting adalah kita menjaga saudara kita yang ekonomi ke bawah, ini yang subsidi. Yang nonsubsidi kan saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik ketimbang yang harus disubsidi,” ujarnya.
Saat ini harga Pertalite tetap berada di kisaran Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi dipatok Rp6.800 per liter. Sementara itu, sejumlah BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex masih dipertahankan pada harga sebelumnya.
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang mencapai lebih dari 30 persen ini diperkirakan akan meningkatkan beban pengeluaran masyarakat pengguna BBM nonsubsidi, khususnya pemilik kendaraan pribadi. Meski demikian, pemerintah menilai dampak terhadap inflasi nasional masih dapat dikendalikan karena mayoritas sektor transportasi umum dan distribusi logistik masih menggunakan BBM bersubsidi.










Komentar