JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat hingga menembus level psikologis yang sangat mengkhawatirkan.
Pada perdagangan hari ini, Sabtu (6/6/2026), mata uang Garuda terpuruk ke posisi Rp18.095 per Dolar AS. Angka ini mencatatkan rekor terendah baru sepanjang sejarah sekaligus menjadi ujian paling krusial bagi tim ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak dilantik.
Perjalanan Rupiah dalam satu setengah tahun terakhir dipenuhi oleh volatilitas tinggi. Sempat menunjukkan stabilitas di awal masa jabatan karena optimisme transisi politik, Rupiah perlahan tapi pasti terus melemah.
Kombinasi dari beban fiskal dalam negeri untuk mendanai program-program strategis berskala besar serta ketidakpastian geopolitik global dinilai menjadi pemicu utama ambruknya nilai tukar hingga melewati batas Rp18.000.








Komentar