Kamis, 23 Juli 2026
🌤️
Halo pembaca dari Reston! Cuaca di sekitar kamu saat ini terpantau awan pecah dengan suhu 30°C. Selamat menikmati hari dan selamat membaca!

Kabinet Bayangan Masyarakat Sipil Resmi Dibentuk, “Tandingan” Kabinet Merah Putih, Berikut 15 Menterinya

SPH Network Rabu, 22 Juli 2026 | 19:53 WIB
Ukuran Teks
Lihat Galeri Foto (1)

JAKARTA – Sejumlah akademisi, peneliti, dan aktivis resmi meluncurkan Kabinet Bayangan Masyarakat Sipil, sebuah forum pengawasan independen yang akan mengawal sekaligus menguji kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui kajian berbasis riset dan kepentingan publik.

Kabinet yang beranggotakan 15 tokoh dari berbagai latar belakang tersebut bukan dibentuk sebagai pemerintahan tandingan, melainkan sebagai penyeimbang kebijakan (policy counterweight) di tengah minimnya kekuatan oposisi formal di parlemen.

Setelah melalui proses seleksi selama sekitar dua bulan, Kabinet Bayangan Masyarakat Sipil resmi diumumkan bertepatan dengan Hari Keadilan Internasional, Jumat (17/7/2026).

Setiap menteri bayangan akan menjadi counterpart bagi menteri di Kabinet Merah Putih. Mereka akan mengkaji, mengevaluasi, serta menyampaikan rekomendasi atas kebijakan pemerintah sesuai bidang masing-masing melalui pendekatan berbasis data dan analisis akademik.

Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menegaskan bahwa pembentukan kabinet tersebut tidak dimaksudkan untuk menyaingi ataupun menggantikan pemerintahan yang sah.

IKLAN
Sponsored Alternative

“Tujuan kami bukan menjadi pemerintahan tandingan, melainkan menghadirkan pembanding kebijakan yang berbasis data, kajian, dan kepentingan publik,” kata Feri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Feri, hampir seluruh kekuatan politik saat ini berada dalam barisan koalisi pemerintahan sehingga ruang pengawasan terhadap kebijakan eksekutif menjadi semakin terbatas. Karena itu, masyarakat sipil dinilai perlu menghadirkan mekanisme kontrol yang independen.

Ia memastikan Kabinet Bayangan tidak memiliki afiliasi dengan partai politik mana pun. Seluruh proses pembentukannya dilakukan secara sukarela (pro bono), sementara kebutuhan operasional masih dibiayai melalui patungan internal tanpa dukungan korporasi maupun pihak asing.

Ke depan, pembiayaan kegiatan direncanakan menggunakan skema crowdfunding agar masyarakat dapat berpartisipasi secara terbuka dalam mendukung aktivitas pengawasan kebijakan publik.

Dalam menjalankan tugasnya, para menteri bayangan akan menggunakan konsep man-to-man marking, yakni mengawasi langsung kementerian yang menjadi pasangan bidangnya. Mereka akan menyusun analisis, memberikan kritik, hingga menawarkan alternatif kebijakan yang dinilai lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan diverifikasi panel independen yang terdiri atas Erry Riyana Hardjapamekas, Bivitri Susanti, dan Zainal Arifin Mochtar.

Para kandidat dipilih berdasarkan enam kriteria utama, yakni memiliki integritas, kompetensi dan rekam jejak yang baik, berusia di bawah 50 tahun, berani bersikap kritis, berpihak pada kepentingan rakyat, serta tidak memiliki afiliasi dengan partai politik.

Dari 15 tokoh yang terpilih, sekitar 40 persen merupakan perempuan, sebagai bagian dari upaya menghadirkan representasi yang lebih inklusif dalam pengawasan kebijakan publik.

Susunan Kabinet Bayangan Masyarakat Sipil

Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari

Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara: Armand Suparman

Menteri Luar Negeri: Shofwan Al-Banna Choiruzzad

Menteri Pertahanan: Curie Maharani

Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati

Menteri Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona

Menteri Perekonomian: Media Wahyudi Askar

Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara

Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Iqbal Damanik

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatul Haeri

Menteri Riset, Teknologi, dan Digital: Nenden Sekar Arum

Menteri Kesehatan: Irma Hidayana

Menteri Sosial dan Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati

Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah

Sekretaris Kabinet: Ahmad Julil Qur’ani Farid

Para penggagas berharap Kabinet Bayangan Masyarakat Sipil mampu memperkaya diskursus kebijakan nasional melalui kritik yang konstruktif, berbasis riset, dan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam memperkuat akuntabilitas, transparansi, serta kualitas tata kelola pemerintahan. (*)


Konten ini disediakan melalui layanan sindikasi SPH Media Corp dan dipublikasikan kembali berdasarkan perjanjian lisensi. Hak cipta tetap menjadi milik SPH Media Corp atau pihak yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.

Geser Kanan
atau usap layar
Geser Kiri
SPH Network
Penulis SPH Network

Tips Navigasi

Usap layar ke kiri atau kanan untuk membaca artikel lain.