Bandung – Di balik gemerlapnya industri sepakbola modern yang kini bernilai miliaran dolar, tersimpan akar sejarah yang pekat dengan keringat kelas pekerja. Jauh sebelum stadion-stadion megah berdiri dan hak siar televisi menjadi rebutan para oligarki, sepakbola adalah bahasa universal kaum buruh untuk melepas penat, mengonsolidasikan kekuatan, hingga menjadi senjata politik melawan kolonialisme.
Dari Pabrik ke Lapangan Hijau: Klub Dunia yang Lahir dari Rahim Kelas Pekerja
Pada abad ke-19 di Inggris, revolusi industri memaksa masyarakat desa bermigrasi ke kota-kota besar untuk menjadi buruh pabrik.
Di tengah tekanan jam kerja yang panjang dan kondisi upah yang minim, sepakbola lahir di akhir pekan sebagai ruang hiburan sekaligus solidaritas kelompok.
Banyak klub raksasa Eropa dan dunia yang hari ini kita kenal, sebenarnya dibidani langsung oleh serikat pekerja dan buruh pabrik.








Komentar