Rabu, 12 Agustus 2026
Mendeteksi lokasi & cuaca sekitar...

Suporter Kejar Wasit Bawa Pisau, Tarkam Lampung Tengah Ricuh

Publisher Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB
suporter kejar wasit bawa pisau
Lihat Galeri Foto (1)
A A

Lampung TengahSuporter kejar wasit bawa pisau saat kejuaraan sepak bola antarkampung (tarkam) di Kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, Selasa (11/8/2026) sore. Aksi tersebut memicu kericuhan hingga pertandingan terpaksa dihentikan.

Peristiwa itu terekam dalam video dan kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pria tampak masuk ke tengah lapangan sambil menggenggam sebilah pisau.

Pria itu kemudian berlari mengejar wasit yang memimpin pertandingan. Sang pengadil yang mengetahui dirinya menjadi sasaran langsung berusaha menyelamatkan diri.

Sejumlah panitia dan pemain segera bergerak. Mereka mengamankan wasit dan menjauhkannya dari pria tersebut untuk mencegah situasi semakin buruk.

Kericuhan Dipicu Keputusan Wasit

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari membenarkan adanya kericuhan dalam pertandingan sepak bola tersebut.

IKLAN
Iklan SPH ADS Network

Menurut Yuni, keributan terjadi ketika pertandingan mempertemukan dua tim sepak bola dari kampung yang berbeda.

“Jadi peristiwa itu terjadi kemarin sore, di mana keributan terjadi saat pertandingan kejuaraan sepak bola mempertemukan tim dari dua kampung berbeda,” kata Yuni, Rabu (12/8/2026).

Yuni mengatakan ketidakpuasan salah satu kelompok suporter terhadap kepemimpinan wasit diduga menjadi pemicu keributan.

“Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, ada hal yang membuat marah suporter atas kepemimpinan wasit hingga akhirnya memicu keributan. Namun, hal tersebut berhasil diredam,” jelasnya.

Kericuhan kemudian meluas. Panitia akhirnya menghentikan pertandingan untuk mencegah bentrokan semakin besar.

Penyelenggara dan Tim Sepakat Berdamai

Setelah kericuhan terjadi, penyelenggara bersama kedua tim sepak bola dan perangkat desa langsung melakukan mediasi.

Upaya tersebut dilakukan untuk meredakan situasi sekaligus mencegah konflik berlanjut setelah pertandingan.

“Sudah ada mediasi yang dilakukan baik dari penyelenggara, tim sepak bola hingga perangkat desa. Semua sepakat untuk berdamai,” lanjut dia.

Yuni memastikan situasi di lokasi akhirnya dapat diredam setelah seluruh pihak melakukan mediasi dan menyepakati perdamaian.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing informasi mengenai kericuhan tersebut yang beredar di media sosial.

Yuni meminta masyarakat menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Semua sudah sepakat berdamai dan kami mengimbau masyarakat untuk saling menahan diri serta tidak terprovokasi atas informasi yang belum tentu benar,” tandasnya.

(slm)

Geser Kanan
atau usap layar
Geser Kiri
Publisher
Penulis Publisher
Publisher
Editor Publisher
Sumber Kontributor Lampung