Scroll untuk baca artikel
Berita

Jelang Tahun Baru 2026, Aktivis Minta Polres Sinjai Perketat Pengawasan Penginapan dan Titik Rawan, Cegah Praktik Prostitusi Remaja

×

Jelang Tahun Baru 2026, Aktivis Minta Polres Sinjai Perketat Pengawasan Penginapan dan Titik Rawan, Cegah Praktik Prostitusi Remaja

Sebarkan artikel ini

Jelang Tahun Baru 2026, Aktivis Minta Polres Sinjai — Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, aktivis mahasiswa di Kabupaten Sinjai menyampaikan keprihatinan terhadap potensi meningkatnya aktivitas kenakalan remaja, termasuk dugaan praktik prostitusi terselubung yang kerap terjadi di beberapa penginapan saat malam perayaan tahun baru.

 

Aktivis mahasiswa Wahid menilai, momentum pergantian tahun sering dimanfaatkan sebagian kalangan remaja untuk melakukan aktivitas yang melanggar norma sosial, mulai dari pesta minuman keras, balap liar, hingga penggunaan kamar penginapan secara tidak semestinya.

 

Karena itu, ia meminta Polres Sinjai agar lebih sigap melakukan langkah pencegahan melalui patroli dan pengawasan intensif di titik-titik yang dianggap rawan.

 

“Setiap momentum pergantian tahun, aktivitas kenakalan remaja cenderung meningkat. Polres Sinjai perlu mengambil langkah antisipatif, terutama di kawasan penginapan, titik keramaian, lokasi balap liar, dan area yang berpotensi dimanfaatkan untuk praktik prostitusi remaja,” ujar Wahid.

 

Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada citra daerah, tetapi juga memberi pengaruh buruk terhadap perkembangan moral generasi muda.

Ia mengatakan bahwa penginapan seharusnya menjadi fasilitas akomodasi umum yang digunakan secara wajar, bukan justru dimanfaatkan sebagai tempat aktivitas yang bertentangan dengan norma sosial dan hukum.

 

“Kami mendorong pihak kepolisian bekerja ekstra. Pengawasan perlu diperketat, bukan hanya setelah kejadian, tetapi melalui langkah pencegahan agar potensi pelanggaran bisa ditekan sejak dini,” tegasnya.

 

Wahid juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif terhadap remaja agar penindakan hukum tidak selalu menjadi opsi utama. Menurutnya, edukasi sosial dan pembinaan moral perlu berjalan seiring dengan pengawasan aparat.

 

Selain itu, ia mengimbau pihak pengelola penginapan agar turut bertanggung jawab dalam melakukan verifikasi tamu, termasuk memastikan tidak ada penyalahgunaan fasilitas kamar.

 

“Pengelola penginapan jangan tutup mata. Mereka juga memiliki kewajiban moral untuk ikut menjaga lingkungan sosial. Jika ada aktivitas mencurigakan, kami berharap pihak penginapan berkoordinasi dengan aparat,” tambahnya.

 

Di sisi lain, Wahid menilai peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak pada malam tahun baru. Ia mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga situasi tetap kondusif.

 

“Pengamanan bukan hanya tugas polisi. Orang tua, tokoh masyarakat, dan lingkungan sosial harus bersama-sama menjaga anak-anaknya agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang,” ucapnya.

 

Ia berharap, pengawasan terpadu yang melibatkan aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat dapat menciptakan suasana perayaan tahun baru yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga Sinjai.