Jakarta – Dunia musik Tanah Air kembali kehilangan salah satu musisi terbaiknya. Bassis PAS Band, Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) dalam usia 55 tahun.
Kabar duka itu pertama kali beredar melalui unggahan Roberto Pieter, mantan gitaris Cokelat, di platform Threads. Dalam unggahannya, ia menuliskan ucapan singkat, “RIP Trisno PAS Band.”
Roberto menjelaskan informasi tersebut diterimanya dari grup WhatsApp Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO), setelah manajer band Jamrud membagikan kabar wafatnya Trisno.
Tak lama berselang, PAS Band mengonfirmasi kabar tersebut melalui akun Instagram resminya. Dalam unggahan itu, mereka menyampaikan bahwa Trisno mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.30 WIB.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah saudara kami, bassist kami @tris_noize jam 14.30 hari ini 1 Agustus 2026,” tulis akun resmi PAS Band.
Band asal Bandung itu juga mengungkapkan bahwa Trisno meninggal setelah menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun.
Sebelum wafat, Trisno diketahui berjuang melawan sejumlah penyakit komplikasi, di antaranya gangguan liver, hipertensi, dan penyakit ginjal. Penurunan fungsi ginjal membuatnya harus menjalani cuci darah secara rutin.
Memasuki Juli 2026, kondisi kesehatannya semakin memburuk. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan lemah dan kemudian diketahui mengalami penyumbatan di kepala hingga harus menjalani operasi.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari sejumlah musisi. Drummer NTRL, Eno, turut mengenang sosok Trisno sebagai pribadi yang rendah hati.
“A humble person. Allah memiliki rencana yang berbeda untukmu. Istirahatlah dengan tenang saudara,” tulis Eno melalui media sosial.
Trisno merupakan salah satu personel penting PAS Band yang ikut membesarkan nama grup tersebut sejak era 1990-an bersama Yukie, Bengbeng, dan Richard Mutter. Pada masanya, PAS Band dikenal sebagai band rock yang berani menempuh jalur independen dan sukses meraih popularitas tanpa bergantung pada label rekaman besar.
Kepergian Trisno menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar yang telah mengikuti perjalanan PAS Band selama puluhan tahun. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai bassist yang turut memberi warna dalam perkembangan musik rock Indonesia.
(lg)
