Minggu, 12 Juli 2026
LIVE TV

Retak Diam-Diam? Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

Dini Hutami Minggu, 12 Juli 2026 | 01:44 WIB
Lihat Galeri Foto (1)

JAKARTA – Koalisi Prabowo kembali menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai adanya dinamika politik di internal Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Meski hingga kini partai-partai koalisi masih berada dalam pemerintahan, sejumlah pihak menilai masing-masing mulai menyiapkan strategi politik jangka panjang.

Jurnalis senior Hersubeno Arief mengungkapkan adanya informasi yang diterimanya dari seorang politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN). Menurutnya, PAN disebut tetap konsisten mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sementara beberapa partai lain di dalam koalisi dikabarkan mulai mengambil langkah politik yang berbeda.

“Saya mendengar dari seorang senior di politisi PAN, posisinya katanya tetap, tetap akan mendukung pemerintahan Prabowo. Sementara kalau partai-partai lain katanya sudah main dua kaki,” ujar Hersubeno dalam kanal YouTube Hersubeno Point. Jumat, (10/7).

Ia menilai situasi tersebut tidak terlepas dari kepentingan politik masing-masing partai menjelang Pilpres 2029. Menurutnya, setiap partai tentu memiliki keinginan untuk mengusung calon presiden sendiri demi memperoleh keuntungan elektoral melalui efek ekor jas (coattail effect).

IKLAN
Sponsored Alternative

“Partai-partai lain itu tidak seberani Partai Demokrat speak up seperti yang disampaikan Benny K Harman,” tambahnya.

Menanggapi isu tersebut, akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief, menilai dinamika yang berkembang di dalam koalisi merupakan hal yang lazim dalam sistem politik multipartai Indonesia. Menurutnya, perbedaan kepentingan politik tidak serta-merta menunjukkan adanya konflik personal di antara para elite pemerintahan.

Ali menegaskan publik tidak perlu terburu-buru menyimpulkan bahwa hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dipenuhi persaingan pribadi. Ia menyebut dinamika tersebut lebih merupakan konsekuensi dari sistem politik yang mendorong setiap partai memperkuat posisi dan pengaruhnya.

“Tidak perlu menduga-duga bahwa Prabowo dan Jokowi akan saling bersaing dan menjatuhkan secara pribadi. Dinamika itu merupakan produk dari sistem politik yang mendorong partai-partai dalam koalisi untuk berlomba meraih kekuasaan,” kata Ali.

Sementara itu, Presiden Prabowo sebelumnya telah menegaskan Kabinet Merah Putih tetap solid. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai berbagai spekulasi yang menyebut adanya perpecahan di dalam koalisi maupun kabinet, seraya menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintah masih fokus menjalankan program-program prioritas nasional.

Sejumlah pengamat menilai dinamika politik menjelang kontestasi nasional merupakan hal yang sulit dihindari dalam sistem multipartai. Perbedaan strategi dan kepentingan antarpartai dinilai sebagai proses politik yang wajar, selama tidak mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional. (*/dn)

Geser Kanan
atau usap layar
Geser Kiri
Dini Hutami
Penulis Dini Hutami
Publisher
Editor Publisher
Sumber -

Tips Navigasi

Usap layar ke kiri atau kanan untuk membaca artikel lain.