Ukraina Minta Bantuan Indonesia

Proletarmedia.Com- Rusia hingga saat ini masih menjatuhkan serangan militer ke beberapa kota besar di Ukraina.

Sejak 24 Februari 2022 lalu, Rusia resmi melakukaj invasi terhadap Ukraina dengan tujuan penghacuran militer Ukraina yang dianggap bakal membahayakan negara Eropa.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku tak punya opsi lain selain memulai perang demi mempertahankan keutuhan negaranya.

Meski ratusan korban jiwa yang terdiri dari warga sipil dan tentara yang sudah berjatuhan, Rusia nampaknya belum mau berdamai.

Ukraina pun mendapat bantuan militer dari 13 negara, yang di antaranya ada AS, Kanada, Belanda, hingga Republik Ceko.

Tak hanya itu, melansir dari Antara, Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta pun membeberkan surat terbuka akan permintaan bantuan bagi Ukraina yang kini tengah berjuang.

“Bangsa Indonesia! Anda adalah bangsa yang kuat dan gagah, Anda adalah pejuang kebenaran dan kebebasan, Anda adalah tulang punggung perdamaian dan keadilan di negara Anda yang bebas dan demokratis,” kata pernyataan tertulis yang dikeluarkan Kedubes Ukraina di Jakarta, Selasa 1 Maret 2022 malam.

“Rakyat Indonesia, keadaan saat ini sungguh berat dan menyakitkan bagi kami. Oleh karena itu, kami menunggu dukungan Anda. Kami berharap dapat mendengar suara Anda yang lantang dan berani dalam membela kami,” tulis pernyataannya.

Ukraina juga meminta Indonesia serta negara-negara lain untuk memperkuat dan mempertahankan pertahanan global yang sudah dibangun sejak perang dunia II.

“Kita tidak punya hak untuk tetap membisu. Jika terus begitu, maka kita tidak akan memiliki hari esok. Rakyat Indonesia, dukunglah kami. Merdeka atau mati!,” demikian isi pernyataan tertulis yang disampaikan Kedubes Ukraina di Jakarta.

Seperti yang diketahui, Rusia dan Ukraina sendiri sudah melakukan negosiasi di perbatasan Belarusia, dengan pembahasan syarat dari Rusia jika ingin perang usai.

Selain itu, Rusia juga membahas tentang gencatan senjata langsung terhadap Ukraina.

Vladimir Putin juga membahas soal keamanan warga Ukraina, karena sejak perang dimulai, ia mengaku sasarannya hanya pangkalan militer.

Sementara itu, Volodymyr Zelensky selaku Presiden Ukraina sudah mendesak negara-negara Uni Eropa untuk berpihak pada Ukraina melawan Rusia pada 1 Maret 2022 kemarin.

“Uni Eropa akan lebih kuat bersama kami, pasti. Tanpa kalian, Ukraina bakal kesepian,” kata Zelenskiy kepada Parlemen Eropa melalui tautan video.

“Buktikan bahwa kalian bersama kami. Buktikan bahwa kalian tidak akan membiarkan kami pergi. Buktikan bahwa kalian memang orang Eropa dan kemudian hidup akan menang di atas kematian dan pelita akan menang di atas kegelapan. Jayalah Ukraina,” katanya.***

(B.Setiawan)