Skor 8-0, Madura United Lumat Barito Putra

Pemain Madura United Rifaldi Bawuo (tengah) dan pemain Barito Putera Renan Silva bersiap berebut bola saat pertandingan pekan 1 Liga 1 2022-2023 yang berakhir dengan skor 8-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Sabtu (23/7/2022) malam.

Pamekasan – Tanpa diduga, laga antara Madura United vs PS Barito Putera menghasilkan skor telak pertama Liga 1 2022/23. Laga berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu (23/72022).

Skornya pun tidak tanggung, yakni 8-0, untuk kemenangan Madura United atas Barito Putera. Hasil ini tidak hanya mengantarkan Madura United sementara memuncaki klasemen Liga 1 2022/23.

Melainkan juga menempatkan salah seorang pemainnya berada di pacuan topskor sementara dengan koleksi tiga gol, yakni Lulinha yang mencetak hattrick ke gawang Barito Putera.

Luis Marcelo Morais dos Reis, alias Lulinha merupakan pemain asing baru ‘Laskar Sape Kerab’ asal Brasil. Ia didatangkan usai musim terakhirnya (2021) bermain di Jepang dengan memperkuat Montedio Yamagata.

Montedio Yamagata adalah klub yang bermain di J2 League alias Liga Jepang kasta kedua. Sebelumnya juga bermain di Jubilo Iwata yang merupakan klub promosi J1 League 2022.

J2 League adalah tempat berkarier pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan. Ia memperkuat Tokyo Verdy. Bedanya, Arhan baru datang di musim 2022, sedangkan Lulinha justru ke Indonesia untuk bermain di Liga 1.

Menariknya, sebelum terdampar di kasta kedua Liga Jepang, Lulinha berangkat dari akademi salah satu klub papan atas Serie A Brasil, Corinthians.

Ia berada di sana sejak 1998 hingga 2012, setelah debut di senior pada 2005. Namun, dalam tiga musim terakhirnya sebagai pemain Corinthians, Lulinha justru bermain di klub lain, seperti Estoril Praia (2009-10) dan Olhanense (2010-11) di Portugal.

Lalu, ia pulang ke Brasil dengan bermain di Bahia sampai statusnya sebagai pemain Corinthians berakhir. Usai dari Corinthians, ia memperkuat banyak klub di Brasil, seperti Ceara (2013-14 dan 2014-15), Criciuma (2014), Red Bull Brasil (2015), Botafogo (2015), dan Mogi Mirim (2016).

Usai ‘bosan’ di Brasil, Lulinha terbang ke Korea Selatan dengan memperkuat salah satu tim kuat K-League 1, Pohang Steelers.

Kariernya hanya berjalan dua musim (2016-17) dan menyeberang ke Uni Emirat Arab dengan memperkuat Al-Sharjah (2018). Di tahun sama, ia ke Eropa, namun ke Siprus dengan memperkuat Pafos (2018-19).

Barulah ia ke Jepang, dan kini bermain di Madura United. Menariknya lagi, tiga gol yang ia lesakkan di pekan pertama Liga 1 membuatnya selalu mencetak gol di semua liga, kecuali saat memperkuat Montedio Yamagata.

Patut dinantikan, apakah ia akan menjadi gelandang serang tersubur Liga 1 musim ini seperti Taisei Marukawa musim lalu? (***)