Mereka menyadari bahwa sistem pendaftaran online sebenarnya diciptakan untuk mempermudah. Namun, tanpa infrastruktur server yang tangguh untuk menampung lonjakan traffic di hari terakhir PPDB Bandung, sistem ini justru menjadi beban psikologis.
Bagi orang tua, ini bukan sekadar masalah teknologi. Ini adalah pertaruhan masa depan anak-anak mereka. Kegagalan sistem tidak boleh menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan belajar di sekolah impiannya.
Kesimpulan
Kisah kepanikan akibat server PPDB Bandung yang bermasalah menjadi pengingat keras bagi penyelenggara sistem digital. Ke depan, para orang tua berharap ada peningkatan kapasitas bandwidth dan server, serta posko bantuan yang responsif. Karena pada akhirnya, teknologi seharusnya memeluk harapan, bukan malah menciptakan kepanikan di hari yang paling menentukan. (Oleh : Hendro Nurcahyo, S.Pd/Pemerhati Pendidikan Kota Bandung)










Komentar