OKU TIMUR – Upaya pelestarian budaya lokal kini merambah dunia olahraga secara inovatif. Melalui dukungan bergengsi hibah Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan RI, DR Noviria Sukmawati menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan Senam Kreasi Komering.
Kegiatan ini bertujuan menggali lebih dalam kekayaan kearifan lokalitas Komering untuk dikonversi menjadi gerakan olahraga ritmik yang autentik.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Dodi Purnama, S.T., M.M., serta pakar pendidikan DR Ahmad Roni, M.Pd. sebagai narasumber.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa Senam Kreasi Komering adalah langkah strategis dalam memajukan kebudayaan daerah melalui media yang populer di masyarakat, yakni olahraga.
Melengkapi dukungan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, H. Dodi Purnama, S.T., M.M., menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan dari inovasi ini. Ia menekankan bahwa senam ini harus menjadi instrumen penguat identitas daerah.
“Kami melihat Senam Kreasi Komering ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan media diplomasi budaya. Tugas kita adalah memastikan bahwa inovasi ini dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga lansia, sehingga nilai-nilai luhur Komering tetap hidup dalam gerak keseharian kita,” ujar H. Dodi Purnama.
Sementara, DR Noviria Sukmawati menjelaskan bahwa FGD ini merupakan tindak lanjut serius dari kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Kebudayaan RI.
“Fokus utama tim adalah membedah unsur gerak tradisional dan musik khas Komering untuk kemudian diformulasikan menjadi senam kreasi yang energik namun tetap memiliki ruh tradisi,” tuturnya.
DR Ahmad Roni, M.Pd., selaku narasumber, menambahkan bahwa secara pedagogis dan kesehatan, inovasi ini memenuhi syarat sebagai olahraga prestasi maupun rekreasi.
“Ini adalah terobosan dalam dunia keolahragaan di mana aspek motorik bertemu dengan aspek sosiokultural secara harmonis,” jelasnya.
Target Sosialisasi dan Pengembangan
Melalui program Dana Indonesiana, hasil dari FGD ini akan segera difinalisasi dan diproduksi dalam bentuk panduan gerak serta konten audio visual. DR Noviria Sukmawati, M.Pd., yang juga merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Olahraga Universitas Bina Darma Palembang, berkomitmen untuk mengawal proses ini hingga tahap diseminasi.
Rencana ke depan, senam ini akan mulai diperkenalkan secara masif ke berbagai lapisan masyarakat, institusi pendidikan, dan komunitas olahraga sebagai bentuk penguatan karakter berbasis kearifan lokal melalui aktivitas fisik yang inovatif dan berakar pada identitas daerah. (BF/Rel)












